THE COFFEE PHILOSOPHY
Kopi bikin tidak ngantuk? Jelaslah!
Kopi bantu pembentukan tubuh? Gimana bisa?
Begitu membuka mata, secara otomatis Anda beranjak menuju
dapur dan membuat secangkir kopi kental. Begitu juga ketika
penat datang di kantor atau saat Anda harus menyiapkan
presentasi sampai malam hari. Meskipun demikian, berbagai
berita tentang dampak buruk kopi tak urung membuat Anda
gentar. Sedangkan Anda baru saja mendengar cerita teman
gym
bahwa kopi bsa membantu membakar timbunan lemak. Benarkah
minuman ini benar-benar bermanfaat untuk memahat otot tubuh
Anda?
NOT JUST AN ORDINARY BEVERAGE
Benar, kopi dapat menjadi your
fitness buddies dalam memahat
sixpack di tubuh Anda! Beberapa studi menunjukkan bahwa kopi
dapat membantu menurunkan berat badan. Hal ini berkaitan
dengan kandungan zat aktif dalam kopi dapat membantu
menurunkan berat badan. Hal ini berkaitan dengan kandungan zat
aktif dalam kopi yang dapat meningkatkan metabolisme serta
menekan rasa lapar, yaitu kafein. Selain itu,
chlorogenic acid
dan
quinides yang terkandung dalam kopi juga ikut berperan
dalam menurunkan berat badan dan membakar lemak.
Selain itu, kopi juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan,
asal dikonsumsi dalam jumlah yang tepat. Konsumsi kopi
berkaitan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2, pencegahan
penyakit Parkinson, pencegahan kanker kolon, serta pencegahan
pengerasan hati.
CAFEEINE: THE WEIGHT LOSS INGREDIENT
Kafein memang dapat membahayakan jantung Anda, jika dikonsumsi
secara berlebih. Tapi, di sisi lain, kafein juga adalah
"ramuan
" yang dapat membantu Anda membakar lemak di tubuh?
Berikut ulasannya.
1. Kafein dan Appetite
Kafein merupakan stimulan yang berperan dalam mengurangi rasa
lapar. Karena Anda tidak terlalu lapar, makan pun menjadi
tidak berlebih. Asalkan tidak menambah kopi dengan gula
berlebih apalagi
whipped cream, maka kopi Anda aman untuk
pembentukan tubuh, terutama saat menurunkan berat badan.
2. Kafein meningkatkan laju metabolisme
Studi menunjukkan kalu kafein bersifat termogenesis dan
membantu membakar kalori. Suplementasi 100 mg kafein dapat
meningkatkan laju metabolisme sampai 3-4% selama 150 menit.
Adapun secangkir kopi (240 ml) mengandung kafein sebesar
72-130 mg. Namun, efek kafein tidak sama pada setiap orang.
Orang gemuk mengalami peningkatan laju metabolisme yang lebih
rendah dibandingkan orang dengan berat normal.
3. Kafein dan pembakaran lemak
Kafein dapat meningkatkan pemecahan lemak menjadi energi.
Karena itulah, konsumsi kafein dapat membuat perut Anda
terlihat lebih rata! Meskipun demikian, perlu diingat bahwa
konsumsi kafein tanpa disertai aktivitas fisik tidak akan
memberikan hasil yang signifikan. Penyebabnya, apabila tubuh
tidak membutuhkan tambahan energi, lemak yang telah diubah
menjadi energi akan kembali disimpan sebagai lemak. So, jangan
lupakan olahraga!
4. Kafein dan Endurance
Tahukah Anda bahwa kafein dapat meningkatkan kekuatan otot
Anda? Konsumsi kafein 1 jam sebelum berolahraga terbukti dapat
meningkatkan performa olahraga serta meningkatkan
endurance.
Mengapa harus 1 jam? Hal ini dikarenakan kadar kafein dalam
darah akan mencapai puncaknya 45-60 menit setelah Anda minum
kopi.
Minum kopi dapat meningkatkan peerforma dan endurance selama
berolahraga berkat peran kafein dalam meningkatkan kadar
epinephrine dalam tubuh. Hasilnya, lebih banyak energi yang
dihasilkan oleh tubuh, terutama dari lemak, pada 15-30 menit
pertama saat berolahraga. Semakin lama Anda berlatih, semakin
banyak kalori yang akan Anda bakar. Kemampuan inilah yang
membuat kopi dapat membantu program pembentukan tubuh,
termasuk penurunan berat badan.
HOW MUCH CAFFEINE SHOULD I GET?
Studi menunjukkan bahwa konsumsi 100 mg kafein per hari
(kira-kira setara secangkir kopi) dapat meningkatka
metabolisme dan membakar kalori. Meskipun demikian, hindari
mengonsumsi kafein terlalu banyak. Meningkatkan dosis kafein
tidak akan meningkatkan pembakaran lemak dan metabolisme
energi secara signifikan. Selain itu, konsumsi kafein berlebih
bisa berdampak pada insomnia, jantung berdebar, sakit kepala,
diare, kekurangan cairan, dan peningkatan risiko terkena
penyakit jantung. Batasi konsumsi kafein Anda agar tidak
melebihi 300 mg kafein per hari, atau setara dengan 3 cangkir
kopi per hari
.
VS
FOOD FOR THOUGHT
Apabila Anda sudah mengonsumsi kafein tetapi tetap mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat seperti roti tawar, mie, atau makanan manis sebelum dan sesudah berolahraga, jangan harap kafein dapat bekerja efektif dalam membakar lemak Anda!
Penelitian menunjukkan kalau makanan tinggi karbohidrat dapat menghambat kerja kafein dalam meningkatkan metabolisme energi.
Our Guides
Ready to grab your coffee? Before heading to the nearest coffee shop to get your daily kick-
ups, you better check this out.
1. Choose Wisely
Jenis kopi yang berbeda memiliki kandungan kalori yang berbeda pula.
Pilihan terbaik adalah
Espresso. Apabila Anda penggemar
Latte, ada baiknya Anda mencoba beralih ke
Cappucino atau
Macchiato yang lebih rendah kalori.
2. Skip the Whooping Calorie from Whipped, Cream!
Whipped cream di atas
Frappucino Anda bisa menambahkan 80-100 kalori dari total kalori yang Anda konsumsi, setara dengan jogging selama 20 menit. So, next time, no whipped cream, please.
3. Less is More
Semakin banyak gula dan susu yang Anda tambahkan, semakin tinggi pula kandungan kalorinya. Sebagai contoh, secangkir
Espresso tanpa gula mengandung kurang dari 5 kalori, sedangkan segelas
Caffe Mocha (dengan tambahan gula dan susu, tanpa whipped cream) mengandung sekitar 290 kalori.
4. No Side Dish, Please!
Anda rajin minum kopi tetapi perut malah semakin buncit? Mungkin hal ini dikarenakan kebiasaan Anda mengonsumsi
croissant yang banyak tersedia di
coffee shop sebagai teman minum kopi. Asupan kalor Anda pun meningkat. Pilih menu yang lebih sehat, seperti roti gandum tanpa mentega. Lebih kenyang, lebih sehat.
Source by: MEN'S GUIDE